Cara Membuat Konten – Di tengah banyaknya konten yang muncul setiap hari, mendapatkan perhatian audiens bukan lagi satu-satunya tantangan dalam marketing. Sebuah konten mungkin mendapatkan banyak tayangan, likes, atau komentar, tetapi belum tentu membuat orang mengingat brand setelah mereka menutup layar.
Inilah yang membuat konten marketing perlu memiliki sesuatu yang lebih dari sekadar menarik perhatian. Konten yang kuat mampu meninggalkan kesan, memberikan manfaat, atau membuat audiens merasa bahwa pesan yang disampaikan memang dekat dengan kebutuhan mereka.
Konten yang diingat biasanya bukan konten yang paling ramai. Sering kali, justru konten yang sederhana tetapi membahas masalah yang tepat dapat lebih melekat di benak audiens. Sinergi Corpora Indonesia sendiri menekankan pentingnya relevansi pesan dengan kebutuhan pelanggan serta strategi marketing yang tidak berhenti pada aktivitas promosi.
Mulai dari Masalah yang Benar-Benar Dirasakan Audiens
Sebelum membuat konten, jangan langsung memikirkan apa yang ingin disampaikan oleh brand. Mulailah dengan melihat apa yang sedang dirasakan atau dicari oleh audiens.
Ketika sebuah konten membahas masalah yang memang sedang mereka alami, perhatian akan muncul secara lebih alami. Audiens merasa bahwa konten tersebut dibuat untuk menjawab sesuatu yang mereka butuhkan, bukan sekadar untuk memenuhi jadwal posting.
Misalnya, daripada hanya menjelaskan keunggulan sebuah produk, brand dapat membahas kesalahan yang sering dilakukan pelanggan, cara mengatasi masalah tertentu, atau hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih sebuah solusi.
Konten seperti ini memiliki alasan untuk diingat karena audiens mendapatkan sesuatu yang berguna.

Sampaikan Satu Pesan Utama
Salah satu alasan konten sulit di ingat adalah karena terlalu banyak hal ingin di sampaikan dalam satu materi.
Konten yang penuh informasi belum tentu menjadi konten yang kuat. Ketika audiens menerima terlalu banyak pesan sekaligus, mereka justru dapat kesulitan menentukan bagian mana yang sebenarnya penting.
Karena itu, tentukan satu pesan utama sebelum membuat konten. Tanyakan kepada diri sendiri, “Setelah melihat konten ini, hal apa yang paling ingin saya ingatkan kepada audiens?”
Jawaban tersebut dapat menjadi pusat dari seluruh isi konten. Informasi lainnya cukup di gunakan untuk memperkuat pesan tersebut.
Pendekatan seperti ini juga sejalan dengan prinsip komunikasi marketing yang menekankan pesan yang jelas dan relevan dengan kebutuhan audiens.
Buat Konten yang Memberikan Sudut Pandang
Konten akan lebih mudah di ingat ketika tidak hanya mengulang informasi yang sudah banyak di ketahui.
Cobalah memberikan sudut pandang yang berbeda. Sebuah topik yang umum dapat di buat lebih menarik ketika di bahas dari pengalaman pelanggan, kesalahan yang sering terjadi, atau pertanyaan yang jarang di perhatikan.
Misalnya, daripada hanya membuat konten tentang pentingnya pelayanan pelanggan, brand dapat membahas mengapa pelanggan sebenarnya lebih mengingat cara mereka di perlakukan daripada sekadar seberapa cepat mereka di layani.
Pendekatan semacam ini membuat audiens berhenti sejenak untuk berpikir. Ketika sebuah konten berhasil membuat orang berpikir, peluang pesan tersebut untuk diingat menjadi lebih besar.
Gunakan Bahasa yang Mudah Di pahami
Konten yang ingin di ingat tidak harus menggunakan bahasa yang rumit. Justru, bahasa yang terlalu formal atau penuh istilah teknis dapat membuat pesan terasa jauh dari audiens.
Gunakan kalimat yang sederhana, langsung, dan sesuai dengan cara audiens berbicara. Jika sebuah istilah teknis memang di perlukan, jelaskan dengan bahasa yang mudah di pahami.
Konten yang terasa seperti percakapan biasanya lebih mudah di terima karena audiens tidak merasa sedang membaca materi promosi yang terlalu kaku.
Pada akhirnya, tujuan komunikasi bukan menunjukkan seberapa banyak istilah yang di ketahui oleh brand. Tujuannya adalah memastikan audiens memahami pesan yang ingin di sampaikan.
Hubungkan Konten dengan Identitas Brand
Konten yang mudah di ingat juga perlu memiliki karakter. Jika setiap konten di buat dengan gaya yang berbeda tanpa arah yang jelas, audiens akan kesulitan mengenali identitas brand.
Karakter tersebut dapat muncul melalui cara berbicara, sudut pandang, gaya visual, tema yang sering di bahas, atau nilai yang selalu di bawa dalam komunikasi.
Sinergi Corpora Indonesia juga menekankan pentingnya positioning, konsistensi, serta komunikasi yang mendukung kepercayaan pelanggan dalam membangun branding bisnis.
Ketika audiens berulang kali menemukan pola komunikasi yang sama, perlahan mereka akan menghubungkan pola tersebut dengan brand.
Berikan Nilai, Jangan Hanya Promosi
Konten yang hanya meminta audiens membeli akan cepat terasa seperti iklan. Bukan berarti promosi tidak boleh di lakukan, tetapi audiens juga perlu mendapatkan alasan untuk mengikuti dan mempercayai sebuah brand.
Konten edukasi, insight, tips, cerita, atau pembahasan masalah pelanggan dapat membantu membangun hubungan sebelum terjadi transaksi.
Sinergi Corpora Indonesia juga memiliki kategori Sales & Marketing yang membahas strategi konten edukasi untuk membangun kepercayaan. Hal ini menunjukkan bahwa konten dapat berperan bukan hanya untuk menarik perhatian, tetapi juga membantu membangun kredibilitas.
Ketika audiens merasa mendapatkan manfaat secara konsisten, mereka akan memiliki alasan untuk kembali melihat konten berikutnya.
Gunakan Cerita agar Pesan Lebih Dekat
Data dan fakta memang penting, tetapi cerita sering kali membuat pesan terasa lebih manusiawi.
Sebuah pengalaman pelanggan, kesalahan yang pernah terjadi, perubahan sebelum dan sesudah menggunakan sebuah solusi, atau situasi sederhana dalam pekerjaan dapat menjadi cerita yang kuat.
Cerita membuat audiens lebih mudah membayangkan situasi yang di bahas. Mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi dapat menghubungkannya dengan pengalaman sendiri.
Tidak semua konten membutuhkan cerita panjang. Bahkan cerita singkat dengan masalah dan pelajaran yang jelas sudah cukup untuk membuat pesan terasa lebih hidup.
Jangan Mengejar Viral dengan Mengorbankan Relevansi
Konten yang viral memang dapat memberikan perhatian besar. Namun, viral tidak selalu berarti efektif bagi bisnis.
Jika konten mendapatkan banyak views tetapi orang tidak memahami apa yang di tawarkan brand, perhatian tersebut belum tentu menghasilkan hubungan jangka panjang. Sebaliknya, konten yang menjangkau audiens lebih sedikit tetapi benar-benar relevan dapat memberikan dampak yang lebih berarti.
Sinergi Corpora Indonesia juga menekankan bahwa promosi yang ramai belum tentu efektif. Yang lebih penting adalah apakah pesan benar-benar sesuai dengan kebutuhan orang yang melihatnya dan membantu mereka memahami nilai yang di tawarkan.
Karena itu, jangan menjadikan viral sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan konten.
Buat Audiens Mendapatkan Alasan untuk Kembali
Konten yang di ingat biasanya bukan hanya memberikan manfaat satu kali. Konten tersebut membuat audiens memiliki alasan untuk kembali.
Hal ini dapat di lakukan dengan membangun tema yang konsisten. Misalnya, sebuah brand secara rutin membahas masalah pelanggan, memberikan tips praktis, atau membagikan insight yang membantu audiens mengambil keputusan.
Lama-kelamaan, audiens akan mengenali bahwa brand tersebut memiliki sesuatu yang bermanfaat untuk diberikan. Dari sinilah hubungan mulai terbentuk.
Konsistensi juga membantu brand menjadi lebih mudah di kenali karena audiens tidak hanya melihat satu konten, tetapi menemukan pola yang sama dari waktu ke waktu.
Evaluasi Apa yang Benar-Benar Di ingat Audiens
Setelah konten di publikasikan, jangan berhenti pada jumlah views. Perhatikan bagaimana audiens merespons pesan yang di berikan.
Komentar, pertanyaan, percakapan lanjutan, kunjungan ke halaman tertentu, hingga respons dari pelanggan dapat memberikan informasi mengenai bagian konten yang paling menarik perhatian.
Evaluasi tersebut dapat membantu tim marketing memahami pola yang bekerja. Dari sana, konten berikutnya dapat di buat dengan lebih tepat.
Pendekatan berbasis evaluasi juga sesuai dengan prinsip Sinergi Corpora Indonesia yang menekankan materi dan strategi yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan serta problem nyata di lapangan.
Coach Dian Saputra Sebagai Trainer/Motivator dalam Marketing
Coach Dian Saputra sebagai Trainer/Motivator akan menjelaskan bidang Marketing dan Sales dengan pendekatan yang aplikatif, mulai dari memahami customer potensial, membangun pesan yang relevan, menciptakan komunikasi yang menarik, memahami kebutuhan audiens, membangun hubungan dengan pelanggan, hingga mengevaluasi efektivitas strategi marketing; pendekatan Sinergi Corpora Indonesia juga memungkinkan materi di sesuaikan dengan studi kasus dan permasalahan nyata yang di hadapi perusahaan.
Kesimpulan
Cara membuat konten yang tidak hanya di lihat tetapi juga di ingat bukan dengan membuat konten yang semakin ramai atau semakin rumit. Kuncinya adalah relevansi.
Mulailah dari masalah audiens, tentukan satu pesan utama, gunakan bahasa yang mudah di pahami, berikan sudut pandang yang bernilai, dan hubungkan konten dengan karakter brand. Setelah itu, evaluasi respons audiens agar strategi konten dapat terus berkembang.
Konten yang baik membuat orang berhenti untuk melihat. Konten yang lebih baik membuat mereka mendapatkan sesuatu. Sementara itu, konten yang benar-benar kuat membuat mereka mengingat pesan dan brand ketika mereka membutuhkan solusi.

Bangun Strategi Konten Marketing yang Lebih Berkesan
Jika perusahaan ingin meningkatkan kemampuan tim dalam membuat strategi marketing dan konten yang lebih relevan, edukatif, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan, program pengembangan dari Sinergi Corpora Indonesia dapat di sesuaikan dengan kebutuhan serta permasalahan nyata perusahaan. Sinergi juga menyediakan analisis kebutuhan training dan materi yang dapat di sesuaikan dengan studi kasus di lapangan.
Untuk informasi program, kunjungi Jasa Motivator sebagai link internal dan Website Resmi Sinergi Corpora Indonesia sebagai referensi eksternal. Untuk konsultasi, hubungi WhatsApp 082245009200.
